Disebutkan bahwa menghitung suatu obat itu dikurangi setengahnya. Nah berdasarkan dri 2 sumber yg saya baca dimana disebutkan bahwa waktu yang dibutuhkan obat adalah menjadi 50% dari konsentrasi semula pada sumber kedua tidak lebih dari 90%. Mengapa demikian? Jika kurang dri 50% dan lebih dari 90% ?
90% zat sudah terleminasi itu karena sudah melewati 3-4 waktu paruh, bukan berarti 90% waktu paruh adalah maksimal, namun ketika sudah diatas 90% zar yang sudah dieliminasi, hampir 10% obat tidak memiliki efek farmakologi lagi
Hal ini karena pasien dengan gangguan ginjal memiliki siklus eliminasi yang lebih lama sehingga apalabila diberi dosis normal maka penumpukan terjadi pada tubuh
Monosakarida adalah golongan karbohidrat. Namun terdapat monosakarida rantai lurus dan rantai siklik. Bagaimana proses pembentukan monosakarida rantai siklik dari rantai lurus? Simak video berikut https://youtu.be/TBTUOyEYy1A Temukan saya di menit 2:49-5-57
Analisis presentase kekuatan obat dinyatakan dalam satuan persentase. Baik itu b/b atau b/v maupun v/v. Berikut video penjelasan https://youtu.be/Xtir4AvsUns
Faktor disosiasi suatu elektrolit Faktor disosiasi dilambangkan dengan huruf i. Secara sederhana, faktor disosiasi menggambarkan seberapa banyak elektrolit tersebut berbentuk ion dalam larutan. Tonton penjelasan nya : https://youtu.be/du_lWWnal0s Temukan saya di 00:00 - 03:08
Berdasarkan sumber yang saya baca. Waktu Paruh eliminasi obat bisa lebih panjang/ pendek. Situasi seperti apa yang membuat paruh waktu ini demikian?
BalasHapusBisa terjadi ketika ginjal dan hati bekerja sedang rusak fungsi sehingga waktu paruh obat melambat
HapusDisebutkan bahwa menghitung suatu obat itu dikurangi setengahnya. Nah berdasarkan dri 2 sumber yg saya baca dimana disebutkan bahwa waktu yang dibutuhkan obat adalah menjadi 50% dari konsentrasi semula pada sumber kedua tidak lebih dari 90%. Mengapa demikian? Jika kurang dri 50% dan lebih dari 90% ?
BalasHapus90% zat sudah terleminasi itu karena sudah melewati 3-4 waktu paruh, bukan berarti 90% waktu paruh adalah maksimal, namun ketika sudah diatas 90% zar yang sudah dieliminasi, hampir 10% obat tidak memiliki efek farmakologi lagi
HapusHal ini karena pasien dengan gangguan ginjal memiliki siklus eliminasi yang lebih lama sehingga apalabila diberi dosis normal maka penumpukan terjadi pada tubuh
BalasHapus